Tampilkan postingan dengan label Fire. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fire. Tampilkan semua postingan

Juli 07, 2009

Kebakaran Mobil di SPBU

Dari hasil penelitian terhadap 150 kasus kebakaran yang terjadi di SPBU yang diduga disebabkan oleh Listrik Statis,150 (seratus lima puluh) kasus itu korban semuanya Wanita.Hampir Semua kasus melibatkan orang yang masuk kembali kedalam mobil saat nozzle masih memompa bensin , ketika selesai dan mereka kembali untuk menarik keluar Nozzle maka kebakaran mulai terjadi , yang diakibatkan oleh listrik Statis.

Sebagian besar orang laki laki tidak pernah masuk kembali kedalam mobil sebelum pengisian bahan bakar benar-benar selesai. Itulah sebabnya laki laki jarang terlibat dalam kebakaran di SPBU.

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat tanyangan video berikut ini :




Nah, untuk itu teman-teman agar menimalisai terjadinya kebakaran ataupun hal-hal yang tidak di inginkan alangkah baiknya mengikuti beberapa tip's berikut :

1. Jangan Sekali-kali menggunakan HP Saat mengisi bensin.
2. Matikan mesin kendaraan saat mengisi bensin.
3. Jangan merokok atau menyalakan api terbuka.
4. Patuhilah peraturan larangan yang berada di SPBU.
5. Jangan Sekali-kali Masuk kembali kedalam kendaraan anda saat pengisian bensin
sedang berlangsung.
6. Jika terpaksa Harus masuk kembali kedalam kendaraan saat bensin dipompa .pastikan
anda keluar dan menutup pintu “SAMBIL MENYENTUK LOGAM” sebelum anda menarik
Nozzle keluar dengan cara ini listrik statis dari tubuh anda akan dibuang sebelum
anda menarik menarik keluar Nozzle.

Untuk sekedar mereview kembali tentang proses terjadinya api bisa di lihat disini atau disini.

Kenapa kebakaran di SPBU bisa terjadi..?
Setelah dikaji lebih lanjut diketahui Kasus - kasus yang sering terjadi diantaranya.bahwa Uap bensinlah yang mengakibatkan kebakaran itu ketika berhubungan dengan listrik statis.

Terjadi 29 kebakaran dimana kendaraan dimasuki kembali dan Nozzle disentuh saat pengisian bahan bakar dari berbagai jenis merek dan model.
Sebagian mengakibatkan kerusakan berat terhadap kendaraan,SPBU dan pelanggan.

17(tujuh belas) kebakaran terjadi sebelum, saat, atau segera setelah tutup tangki bensin dilepas dan sebelum pengisian bensin dimulai.

Demikian tip's ringan ini dan semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya...

Juni 09, 2009

Tetrahedron of Fire


Setelah mengetahui tentang kimia dan fisika api,pada akhir tulisan disebutkan bahwa api bisa terbentuk karena 3 unsur atau dalam ilmu firenya di sebut triangle of fire.Kemudian teori mengenai segitiga api mengalami pengembangan yaitu ditemukan unsur keempat terjadinya api atau Tetrahedron of Fire yaitu rantai-reaksi. Teori ini ditemukan berdasarkan penelitian dan pengembangan bahan pemadam tepung kimia (dry cemical )dan Halon (halogeneted hydrocarbon).

Ternyata jenis bahan pemadam ini mempunyai kemampuan memutus rantai reaksi kontinuitas proses api.

Tapi sayangnya khusus untuk bahan pemadam halon selain efektif untuk pemadaman ternyata mempunyai aspek samping yang sangat merugikan kehidupan di bumi yaitu merusak lapisan ozon. Dan direncanakan sekitar tahun 1995 bahan pemadam halon tidak digunakan lagi.

Dalam Tetrahedron of Fire proses terjadinya api mempunyai 4 unsur yaitu :

1. Bahan bakar (Fuel)
2. Zat asam (oxygen)
3. Sumber Panas
4. Reaksi Pembakaran Berantai

Untuk lebih jelasnya saya akan mencoba menjabarkan 4 unsur dalam Tetrahedron of Fire.

1.Bahan bakar (Fuel)
Berdasarkan sifatnya bahan bakar dapat dibagikan atas 3 (tiga) kelompok, yaitu :
• Bahan bakar padat, contoh : kayu, kertas, dll.
• Bahan bakar cair, contoh : minyak bumi, bahan pelarut, dll.
• Bahan bakar gas, contoh : LNG, LPG

Bahan bakar yang bisa terbakar kalau kontak dengan energi panas adalah bahan bakar yang mengandung unsur-unsur : magnesium, titanium, sulfur, dan kebanyakan senyawa yang mengandung unsur-unsur carbon, hidrokarbon, oxygen dan nitrogen (khusus oxygen dan nitrogen bukan bahan bakar).

Hampir disemua tempat dan semua organisme hidup mengandung unsur-unsur carbon, hidrogen, oxygen dan nitrogen. Contohnya kayu, kertas dan textil adalah :

bahan-bahan dengan rumus senyawa kimia (C6H10O5) disebut Cellulose. Senyawa hydrocarbon mempunyai susunan unsur hidrogen dan unsur carbon, yang mempunyai variasi bentuk gas, cair, sampai padat. Contoh hydrocarbon dalam bentuk cair dan gas yang semua mengandung hidrogen dan carbon. Seperti : Methane (CH4), Ethane (C2H6), Propane (C3H8), Butane (C4H10), Gasoline (C5H12) dan lain-lain.

2. Zat asam (oxygen)
Oxygen adalah alam unsur yang terbanyak, kira-kira 21% volume, 90% berat air laut, 50% berat kerak bumi dan 60% berat tubuh manusia terdiri unsur tersebut. Untuk mendukung proses kebakaran (api) diperlukan oksigen antara 10% - 20% volume udara.
Pada beberapa reaksi kimia untuk terjadi proses kebakaran tidak diperlukan oksigen karena pada proses reaksi zat tersebut sudah cukup oksigen sehingga proses pembakaran dapat terjadi. Zat tersebut disebut zat pengoksida (oxidizing agents), misal : hydrogen peroxide, ozone, nitrat, chlorat, perchlorat perotide. Oksigen itu sendiri tidak bisa terbakar, tetapi adalah pendukung terhadap perubahan. Kandungan oksigen yang tinggi, akan menaikan panas pembakaran dan oksidasi atau proses pembakaran akan lebih cepat.

Dalam kehidupan juga dibutuhkan oksigen sehingga untuk proses aksidasi, bila kandungan oksigen turun mencapai 6 sampai 10% maka proses hidup manusia juga turun sampai tidak bernafas lagi dan akan meninggal.

3. Sumber Panas

• Energi Kimia
Salah satu contoh sumber panas yang berasal dari reaksi kimia adalah pemanasan spontan yang terjadi pada reaksi oksidasi beberapa bahan organik, reaksi oleh bakteri pada bahan organik hasil pertanian.

• Energi Listrik
Oleh tenaga listrik dapat dihasilkan panas yang cukup tinggi sebagai sumber penyalaan panas yang dihasilkan ini misalnya dalam bentuk : bocoran arus listrik, listrik statis, busur listrik, petir atau kilat.

• Energi mekanik
Tenaga panas dari proses mekanik dapat disebabkan oleh gesekan dua bahan yang sifatnya menahan panas, misalnya : batu gosok atau kayu kering.
Contoh lain adalah gesekan dua logam yang mengandung zat besi (Fe).
Contoh dan prinsip ini adalah mesin diesel dimana pertama-tama dimampatkan (ditahan) dalam selinder mesin, setelah itu kabut bahan bakar di injeksikan ke dalam silinder, sehingga oleh pemampatan udara akan timbul cukup panas untuk menyalakan bahan bakar.

• Energi Nuklir
Energi panas yang sangat besar dapat dihasilkan dari inti atom (nucleus), karena penembakan (bom barder) oleh energi partikel. Tenaga nuklir dapat dikeluarkan dalam bentuk panas, tekanan dan radiasi.
Beberapa unsur di alam yang dapat menghasilkan energi nuklir disebut Radio-isotop, misalnya : uranium. Plutonium, atau radium.

4. Reaksi Pembakaran Berantai
Dari hasil penyelidikan yang terjadi dalam proses pembakaran yang normal (timbul nyala), reaksi kimia yang terjadi menghasilkan beberapa zat hasil pembakaran yaitu :
CO, CO2, SO2, asap dan gas. Hasil yang lain dari reaksi ini adalah atom bebas (free atom) oxygen dan hydrogen yang disebut radicals, yaitu bentuk hydroxil (simbol OH).
Bila ada 2 gugus OH, mungkin pecah menjadi H2O dan radical bebas O. (2OH 2H2O + O radical)
O radical ini selanjutnya sebagai umpan lagi pada proses pembakaran sehingga disebut reaksi pembakaran berantai.

Baca Selengkapnya...

Mei 27, 2009

Kimia dan Fisika Api


Hari yang aneh, eh .. Maaf Hari yang melelahkan,setelah seharian menjalankan rutinitas di lapangan dengan terik matahari yang menyengat di tambah lagi kena giliran jadwal Fire training dengan rekan-rekan TBKD (Team Bantuan Keadaan Darurat).uh.. Capek sekali tapi "no problem" ini adalah sebuah resiko pekerjaan yang harus di laksanakan dengan penuh semangat dan tanggungjawab. Berbicara tentang fire training tadi,sebelum melaksanakan Fire Fighting rekan Intrukstur Fire Training memberikan teori dasar tentang Kimia dan Fisika Api, sebenarnya ini juga mereview kembali pelajaran kita waktu di bangku sekolah dulu, mungkin diantara rekan-rekan ada yang lupa jadi mulai teringat kembali.

Fisika yang biasa disebut ilmu alam ialah bidang IPA yang mempelajari zat dan energi, terutama hubungan antara kedua pokok itu.
Ilmu kimia mempelajari juga zat dan energi, tetapi berbeda dengan fisika. Dalam ilmu kimia kita mempelajari zat-zat dari segi : Strukturnya, susunannya atau komposisinya, perubahan susunannya dan mekanisme perubahan itu, dan perubahan energi yang menyertainya.

Semua perubahan kimia atau reaksi kimia disertai perubahan energi, atau dengan kata lain, pada tiap-tiap reaksi kimia terjadi pengambilan atau pembebasan energi. Karena itu fisika dan ilmu kimia sangat erat hubungannya.
Dalam pengalaman sehari-hari, kita mengetahui berbagai materi disekitar kita mengalami perubahan, misalnya : air yang cair kalau dipanaskan menjadi uap, beda dari besi kalau tidak dicat atau diminyaki akan berkarat dan lain-lain. Para ahli kimia mengklasifikasikan perubahan–perubahan materi dalam dua golongan,
yaitu : perubahan fisika dan perubahan kimia.

Perubahan fisika adalah perubahan pada zat yang tidak disertai terjadinya zat yang lain jenisnya.
Contoh : beras menjadi tepung

Perubahan kimia adalah perubahan pada zat yang menyebabkan terjadinya satu atau lebih zat yang baru jenisnya. Perubahan kimia disebut reaksi kimia.
Contohnya : pembakaran, pelapukan dan lain-lain.

Untuk lebih jelasnya, perbedaan antara peristiwa fisika dan peristiwa kimia adalah sebagai berikut :

Peristiwa Fisika: 1. Tidak menghasilkan zat yang baru
2. tidak bersifat kekal

Peristiwa Kimia : 1. Menghasilkan zat yang baru
2. bersifat kekal

Dalam suatu peristiwa kebakaran sering kita lihat dimana akibat peristiwa tersebut akan timbul antara lain : asap, panas, nyala, gas-gas beracun (CO, CO2,SO2) dll).
Selain itu peristiwa kebakaran adalah peristiwa bersifat kekal, maksudnya sesudah kebakaran terjadi tidak bisa dikembalikan lagi kedalam bentuk semula (sebelum terjadi kebakaran).

Oleh sebab itu, api didefinisikan adalah suatu reaksi kimia yang sering disebut dengan istilah pembakaran, sedangkan pembakaran yaitu proses oksidasi yang berjalan dengan sangat cepat dari suatu zat yang dapat terbakar dengan mengeluarkan energi dalam bentuk panas dan cahaya.

Untuk bisa terjadi api diperlukan 3 (lima) unsur, yaitu :
1. Bahan bakar (fuel)
2. Zat asam arang (oksigen)
3. Sumber panas (heat)

Apabila ketiga unsur tersebut disatukan bukan berarti langsung dapat menimbulkan api, namun ketiganya harus pada porsi atau ukuran yang tepat.
Untuk mudah mengingatkannya digambarkan dalam bentuk segitiga api (lihat Gambar di atas potingan) dan rekan-rekan sering familiar dengan istilah fire triangle atau triangle of fire.

Dengan bertambahnya ahli dan berkembangnya ilmu tentang fire fighting teori tentang triangle of fire ini terbantahkan, teori apakah itu..?
mungkin sebagian rekan-rekan sudah banyak yang tahu..?!!
Baca Selengkapnya...

Mei 26, 2009

Dasar Api


Karena keasyikan bongkar pasang "template" di blog ini jadi kelupaan untuk posting sebuah tulisan nich,.. ya maklum karena "newbie" banget sich yang masih terus belajar dan belajar. so, buat teman-teman yang kemarin udah posting komentar dan ada beberapa komentar hilang/kehapus maaf banget ya..soale saya kelupaan buat back up, sekali lagi soory banget ya..Please.So buat teman-teman yang tau cara nyari koment yang hilang tolong infonya donk.
Untuk saat ini saya akan menulis sebuah tulisan tentang Api.....Tapi yang jelas bukan api asmara lho.he..he..

Berbicara mengenai api kita bisa mengupas mengenai filosofi api. Api menurut ilmu ekonomi merupakan kebutuhan elite yaitu pada jumlah atau besaran yang proporsional dan terkendali merupakan kawan yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Tetapi apabila api tersebut besarnya tidak proporsional dan tidak dapat dikendalikan yang kita kenal dengan kebakaran maka akan menjadi lawan bagi manusia. Oleh sebab itu kita yang bekerja di industri perminyakan yang sarat akan adanya bahaya kebakaran atau peledakan perlu secara cermat mendalami ilmu-ilmu yang berkaitan dengan api.

Manusia, hardware (equipment), software, teknologi dan sarana penunjang lain merupakan asset perusahaan yang harus kita lindungi dari bahaya kebakaran. Akibat kebakaran atau peledakkan sangat hebat yaitu dapat menyebabkan hilangnya nyawa manusia, kurugian harta benda bahkan kerusakan lingkungan. Namun hal tersebut dapat dicegah atau dikendalikan apabila kita tahu dan paham mengenai perilaku dan karakteristik api. Dengan demikian kita dapat melakukan upaya-upaya menerapkan sistem proteksi terhadap potensi bahaya kebakaran atau peledakan.

Selain harus tahu dan paham ilmu-ilmu api, kita juga harus dibekali kemampuan untuk melakukan penanggulangan apabila kebakaran atau peledakan benar-benar terjadi. Maka teknik dan strategi penanggulangan juga penting untuk dipelaji oleh setiap pekerja yang berada di lingkungan industri perminyakan. Kebakaran dapat ditanggulangi oleh orang awan tanpa menggunakan teknik dan strategi yang benar, namun akibatnya akan fatal karena orang tersubut juga akan padam. Oleh sebab itu dengan strategi dan teknik yang benar kebakaran atau peledkan dapat kita kontrol dan kendalikan sehingga akan mengurangi akibat atau kerugian yang lebih fatal.

Handout yang sederhana ini membahas mengenai perilaku api pada proses kebakaran, sifat fisik kimia, teknik serta strategi penanggulangan. Perlu kami informasikan bahwa handout ini bertujuan untuk membuka wawasan sehingga apabila kita ingin menjadi professional maka perlu lebih mendalami lagi ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan api itu sendiri.
Baca Selengkapnya...

About Me

Foto saya
Sebuah tulisan yang tidak berkategori, dari seorang yang tidak mempunyai arti, Apalagi seorang yang bukan ahli.Namun ingin belajar berkreasi dan beraktualisasi diri. Mencoba berbagi dalam tautan imajinasi serta belajar peduli dengan segenap hati.. ( They say, I'am : Unique, Original, real Simple, Most of all.., My life is Colorfull..>>>I am who I am..?. Your Approval isn't needed ).
Powered By Blogger
Mobil Bekas
IP
Pasang Iklan Rumah
Add to Technorati Favorites Join My Community at MyBloglog! Health Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Health, Safety & Environment © 2009 Template by Dicas Blogger Editing by: F.S Hanafi

Kembali Keatas